Wednesday, April 17, 2013

Mimpi.

Tiada entri. Hanya omong kosong. Berdiri dengan mimpi yang sudah. Tentang mimpi yang kenang bergenang. Mengalir tak berbendalir. Kosong terketuk berbunyi lantang tak ada yang mendengarkan. Sejuk sepi tak berpengunjung. Ruang kosong yang tak terisi.



"Hidup.Mati Hidup Kembali"





"‎ … Apa pun yang dihadapi dan dilalui, yang paling penting ialah ketabahan dan keberanian menghadapi tiap detik rasa yang menggores. Lebih dari itu ialah kesedaran terhadap kehidupan, bahawa hidup sekarang tidak untuk menangis dan merintih, tetapi menghadapinya secara berani dan yakin."

- Usman Awang - Maimbau di Laruik Sanjo, 1971


Wednesday, April 10, 2013

Caller Ringtone





Bagaimana cara membuatmu bahagia
Nyaris ku menyerah jalani semua
T’lah berbagai kata ku ungkap percuma
Agar kau percaya cintaku berharga
Tak kuat ku menahanmu
Mempertahankan cintaku
Namun kau begitu saja
Tak pernah merindu

Sungguh aku tak bisa
Sampai kapan pun tak bisa membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu
Sulit untuk ku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa

Apa kau mengerti ku sedih sendiri
Tanpa ada kamu ku merasa sepi
T’lah lama ku menantimu
Diam sendiri menunggu
Setengah hati mencinta
Ku sakit karenamu

Sulit untuk ku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci

Sungguh aku tak bisa
Membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu
Sungguh aku tak bisa
Sampai kapan pun tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci
Cinta dan benci
Yang ku rasa





"masih terngiang caller ringtone ini..tatkala waktu ini ingin menghubungi kamu.
namun aku tahu..ia sudah mustahil untuk dilaksana"



Wednesday, April 3, 2013

-Tamat-


3 April 2013.

Salam permulaan dan salam terakhir untuk dilambaikan. Sudah 4 hari dia menjadi sang isteri . Segalanya yang aku kerjakan yang diusahakan harus terhenti di sini. Seringkali hati mengingatkan bahawa takdir tidak membawa aku meniti ke jalan itu.Namun maya minda ini masih leka mengkhayalkan bahawa  kamu masih bersama dalam belai tawa rajuk tangis manja. Masih terngiang suara menerjang ke gegendang telinga bahawa aku masih sayang,aku masih cinta, kau masih ada. Kemudian diterjang dan dihenyak aku kembali dengan realiti yang cemburu. Kembali lagi aku tertangis renyuk, menggeliat dengan hirisan luka yang tak berdarah.Tikam aku berkali-kali wahai sang duka. Tajamkan pisau mu supaya luka ini lebih dalam. Namun aku waras. Aku masih waras dengan tindakan ku. Cuma acap kali aku ingin berenang jauh untuk menyelamatkan diri dari kelemasan kedukaan dengan rasa lelah, payah dan kejang, aku bagai ditarik kembali ke dasar yang sangat kelam penuh dengan lumpur gelap.Lebih-lebih lagi memandang potret. Bagaikan pancaran lampu projektor imbasan memori kembali bertamu dan tertitis jua lagi airmata ini tak tertahan di takungan.Bagaimana untuk aku melupakan? Bagaimana lagi harus ku tipu perasaan ini? Aku bukan sang juara berkata-kata yang mampu berdiri tegak dengan hati yang kuat, pejal dan mampat dengan semangat. Permulaan tapak yang bagaimana harus aku mulakan kembali? Ia datang dengan sendiri namun pergi jua dengan penuh tanda tanya. Sedetik bagainya waktu kita bersama. Segalanya tentang masa yang telah diisi. Aku adalah seorang lelaki yang takut akan perubahan. Ya aku akui segala kelemahan ini. Bagaikan paranoid dengan sang masa, aku kerap mengeluh. Acap kali aku bagai gila dengan perubahan mendadak. Jujurnya aku takut akan kehilangan. kerana aku masih belum bisa memperolehi. Andai di sini kita tidak bisa berpijak, maka ku harap tautan yang kau perolehi kini boleh membahagiakan segenap ruang yang telah engkau kosongkan. Mungin bukan aku yang memerolehi kerana engkau lebih memerlukan yang lebih dari sekadar aku yang hanya mampu jadi aku. Namun percayalah, perjalan pinjaman yang dihadiahi ini akan aku abadikan dalam kehidupan. Aku hanya mahu yang engkau akan tahu bahawa aku tidak pernah melupakan walau sedetik apa pun yang telah kita lalui. Sebagai serikandi,jagalah dengan apa yang telah diciptakan untuk kamu. Akan aku harung sisa baki yang tersisa ini. Dan sekali lagi daku bermohon :


"Ya Allah Ya tuhan ku, andai dia jodohku, peliharalah hubungan ini ke satu tahap yang lebih mulia disisi Mu. Dan andai dia bukan jodoh ku Ya Allah, kau hapuskan lah perasaan ragu ini supaya aku tidak tergolong dalam orang-orang yang melampaui batas dengan mempersoalkan kehendak Mu.










"Jika awak di luar sana dan sedang membaca,
saya ingin awak tau. Saya di sini tak apa-apa. Awak jaga lah diri. Tamat kan segala kerisauan awak tu.
Saya akan tetap kenang awak. Beza nya cuma kita x boleh bersama selamanya.
maafkan saya awak.. maafkan saya sepenuh hati"


"Agar segala kedukaan lesap dilupakan." 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...